Jadi sudah berapa banyak hal yang telah kita lalui selama kita terpisah terpaut jarak, ruang, dan waktu? Ya, tentang perselisih pahaman, kecemburuan, tentang waktumu yang kurang kau sisihkan untukku, sehingga kita membutuhkan sebuah penyelesaian. Bukankah untuk sebuah penyelesaian dibutuhkan pertemuan? Disinilah kita dituntut menciptakan kebersamaan di dalam jarak. Bukankah pertemuan membutuhkan waktu? Semua yang telah kita rencanakan terkadang gagal karena waktu yang belum mengijinkan. Bukan kita yang menentukan, tetapi waktu. Waktu yang selalu diam ketika aku bertanya 'kapan kamu pulang?' dan waktu yang selalu menjaab ketika kamu kembali. Waktu akan baik kepada kita jika kita memperlakukannya dengan cara yang baik pula, dengan memanfaatkan kebersamaan yang kita jalin dalam sebuah 'pertemuan' dan mengharap kekal bersama 'pertemuan' tersebut. Ya, aku tidak lelah hanya ingin mencari cara bagaimana kita dapat terus menciptakan kebersamaan tersebut dalam perpisahan (sementara) ini. Berusaha mencari kesibukkan untuk tidak memberatkan pikiranku tentang kamu yang jauh disana, yang sudah tinggal di hati ini.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar